Sabtu, 12 Januari 2008

Apa yang Engkau lihat?

Foto ini saya ambil di sekitar Pasar Sukowati, saat saya sekeluarga berwisata ke Pulau Dewata sekitar 1,5 tahun lalu. Seorang nenek yang telah tua renta sedang mengais sampah. Tangannya yang sudah kisut dan keriput sedang memungut dan mengumpulkan ‘barang buangan’ orang-orang yang tengah menikmati indahnya Pulau Bali. Ini yang terlihat dan sempat terekam lewat 'mata kamera'.

Wahai Sahabat, apa yang bisa Engkau lihat dengan mata Rohanimu?

Kerinduanku...

Sahabat, apa yang Engkau lihat dengan mata jasmanimu di rumahku ini (blog mata Rohani)? Saat ini. Masih melompong. Masih kosong. Ada banyak tersedia ruang buatmu di sini, untuk kita saling berbagi.
Saya mengajak dan mengundang Engkau melihat dengan mata Rohani, "Apa yang sekarang bisa Engkau lihat di rumahku ini?" Coba ceritakan kepadaku, saya telah siap mendengarkan kisahmu.
Ijinkanlah melalui ceritamu, saya bisa melihat apa yang Engkau lihat. Saya bisa merasakan apa yang Engkau rasakan. Saya bisa mendengar apa yang Engkau dengar. Dan, saya bisa menikmati apa yang Engkau nikmati.Berbagilah denganku di sini... mari Sahabatku, kita saling berbagi. Percayalah, dengan berbagi kisah yang Engkau lihat dengan mata Rohanimu, tidak akan membuat Engkau kekurangan. Saya percaya justru Engkau akan memperoleh berkah yang melimpah. Seperti pohon mangga yang terus memberi buah kepada pemiliknya, semakin banyak memberi buah, semakin ia tidak akan dibiarkan mati kekeringan, pada saat musim kemarau. Si pemilik akan bersedia menyiraminya agar pohon itu tetap hidup dan tetap bisa memberi buah baginya.
Jadi, sekali lagi saya berharap, Engkau bersedia berbagi apa yang Engkau lihat dengan mata Rohanimu di sini: sekarang juga. Saya harap Engkau bersedia saat ini. Sebab sebenarnya saya sudah lama menantimu! Puaskan mata Rohaniku dengan kisah-kisahmu, wahai Sahabat sejatiku. Engkaukah si Mata Rohani yang telah lama kurindu... yang akan bisa menyejukkan diriku?